WILUJENG SUMPING DI PERPUSTAKAAN MAN 2 CIAMIS, LUANGKAN WAKTU ANDA KEPERPUSTAKAAN ! SEJUTA MANFAAT AKAN KAMU DAPAT

Kamis, 28 November 2013

Sejarah Provinsi Jawa Barat jilid 1

Identitas:
Judul:Sejarah Provinsi Jawa Barat jilid 2
Penulis:Nina H. Lubis,dkk
Penerbit:YMSI



Terimakasih Banyak pada pemerintah jawa barat Khususnya pada Yayasan Masyarakat Sejarawan Indonesia (YMSI )dan pada Prof.Dr.Nina Herlina Lubis,M.S DKK. buku yang berjudul "Sejarah Provinsi Jawa Barat jilid 1 dan 2"sudah kami terima dan insyaallah kami akan rawat dengan sebaik baiknya.

Sejarah Provinsi Jawa Barat jilid 2

Identitas:
Judul:Sejarah Provinsi Jawa Barat jilid 2
Penulis:Nina H. Lubis,dkk
Penerbit:YMSI




















Terimakasih Banyak pada pemerintah jawa barat Khususnya pada Yayasan Masyarakat Sejarawan Indonesia (YMSI )dan pada Prof.Dr.Nina Herlina Lubis,M.S DKK. buku yang berjudul "Sejarah Provinsi Jawa Barat jilid 1 dan 2"sudah kami terima dan insyaallah kami akan rawat dengan sebaik baiknya.

My Life, My Adventure

Identitas:
Judul:My Life, My Adventure
Penulis:Ahmad Rifai Rifan
Penerbit: ElexMedia

Sinopsis :
Hidup adalah petualangan. Jangan sampai mengisi hidup dengan aktivitas yang rata-rata. Karena hanya orang rata-rata yang impian dan tindakannya rata-rata. Hidup hanya sekali, maka pilihlah hidup yang kau yakini akan menghebatkan masa depanmu. Hidup hanya sekali, maka beranilah mencoba sesuatu yang baru. Teruslah mencoba tantangan yang baru, seru, dan menantang. Jangan takut gagal. Kelak kita tak akan menyesal karena salah dan gagal dalam bertindak. Kita jauh lebih menyesal karena tak berani mencoba segala peluang di masa lalu.
Hidup adalah petualangan. Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Setiap petualang selalu menghadapi kejutan. Kadang manis, kadang pahit. Kadang kalah dulu baru menang. Tapi bagi petualang sejati, setiap kejadian selalu membuahkan hikmah hidup yang membuatnya makin bijak dan berjiwa besar.
My Life My Adventure. Bukan orang lain yang menentukan hebat tidaknya masa depanku. Hanya aku dan Tuhan-lah pemegang kendali jalan kesuksesanku.

9 summers 10 autumns

Identitas:
Judul: 9 summers 10 autumns
Penulis:Iwan Setyawan
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis :
Malam itu aku hanya mampu mengulum doa dalam bibirku. Hanya mampu mengayunkan jemari tanpa tahu siapa yang akan  menggapainya. Mereka semakin menjeratku, tangan besar itu kian mencengkeram erat lengan lemah tak berisiku. Belumlah aku sempat melihat merah jingga kembang api di langit New York untuk kali pertamanya, belumlah aku merasakan euphoria hari kemerdekaan negara itu. Justru sekarang darahku tengah serasa membeku merasakan dinginnya permukaan pisau lipat dua orang tak ku kenal sewaktu menuju Stasiun Fleetwood.
Malam itupun akhirnya tak ada nyala merah hijau kembang api yang ku saksikan, tak ada. Yang tersisa hanya membirunya sudut bibirku dan memerahnya T-shirt yang kukenakan. Namun, ada nyala lain yang hadir bahkan lebih indah dari  merah hijau kembang api.
Dia seorang bocah merah putih dan yang satu lagi begitu cemerlang. Dia dan Mbak Ati.
Semenjak perjumpaanku dengannya malam itu dia kembali datang, dan kembali lagi. Untuk berbagai hal, yang pasti dia datang menanti untuk menerima dan memberi. Sosoknya mengingatkan aku pada diriku di masa kanak – kanak.
Kanak – kanak yang kuhabiskan di sebuah rumah. Rumah yang ku mengerti bukanlah besar yang menjadi dambaan, namun bagaimana cinta dan kesederhanaan yang menyatukan. Di sanalah aku tumbuh dan berdampingan bersama Bapakku, Ibuku, Mbak Isa, Mbak Inan, Rini, dan Mira. Di rumah beratap anyaman cinta kasih itulah aku tumbuh, menerobos hujan, belajar pada alam akan kekuatan rumput kecil yang tetap tangguh walau terinjak dan tak dianggap. Semua itu dari  rumahku yang bertaman walaupun tak luas. Rumah yang membuatku ingin merasakan sedikit ruang bernama kamar. Ku ceritakan tentang rumahku pada dia di beberapa perjalanan, jalan – jalan di New York. Jalan yang tak pernah ku kira akan menapakinya.
Perjalanan di SoHo pagi itu ku habiskan dengan bercerita pada dia tentang bapakku Abdul Hasim. Ku katakana padanya bahwa bapakku adalah seorang sopir angkot di jalan – jalan di sekitar Batu Malang. Bapak yang kini usianya tak lagi muda, bapak yang kini beruban, bapak yang dulu berjuang mati matian untuk bisa membeli mobil sendiri demi kekuatan keluarga yang harus dipertahankan. Diatas Brooklyn Bridge sosok bapak yang pernah jatuh dan bangkit itu tergurat. Ku peluk dia yang berseragam merah putih, dan aku hanya mampu berbisik “aku kangen bapak”.
Hari berikutnya selepas kelas Yoga ku peluk dia yang menemuiku. Seperti ada ketergesaan yang ingin ia tanyakan, dan teryata tentang ibuku. Ibu Ngatinah yang begitu bercahaya. Malaikat kombinasi cinta kasih, keserhanaan, dan ketegaran yang kuat. Pada bagian ini bagaimanapun aku akan menangis, ku ingat detil bagaimana ia yang tak bersekolah tinggi itu begitu lihai mengatur semua yang bisa menyelamatku. Semua yang mungkin bisa mengantarkanku agar terbang atau mendayung kapalku. Dialah angin yang mampu mendorong laju layar kapalku yang berkali – kali hampir berhenti dan kehilangan arah. Ibuku yang paling hebat. Puisi hidupku!
Kesempatan berikutnya pada bocah berseragam merah putih itu ku ceritakan pula kekuatan besar Mbak Isa yang membuka segala awal mimpi dengan segenap prestasi yang Mbak Isa miliki. Sekarang mbak Isa menjadi guru SD. Ku ceritakan sastra yang indah dari Mbak Inan, Mbak yang mengajariku banyak hal. Bahkan selanjutnya, meski dia  tak datang ku tuliskan kisah tentang teman setiaku, adik perempuan pertamaku Rini. Hingga ku sambung kisah tentang adikku Mira, yang terindah. Mira yang kini menjadi dokter hewan, gadis  pejuang yang hebat.
Ku katakan pada dia lagi, bahwa mereka semua adalah pelangi dalam rumahku. Meski atap rumahku kadang mendung dan hujan, namun semua itu ku yakin akan berganti dan menjadi indah . Mereka adalah cahaya matahari yang menrefleksikan cinta. Mereka adalah matahari yang menrefraksikan kekuatan. Mereka adalah matahari yang mendifraksikan kegembiraan. Hingga tercipta pelangi indah dalam rumah kami.
Hari itu musim gugur saat ku ceritakan tentang suka cita Bapak ketika kelahiranku. Selepas ku puaskan kegemaran baruku, membaca. Ku tuliskan surat tentang aku karena berhari – hari ia tak datang. Ku tuliskan aku yang kecil dalam rumah 6 x 7. Aku yang sering bersungut ketika tetangga berbondong – bondong hendak ikut menonton televisi di ruang keluarga yang kala itu sekaligus tempat tidurku, tempat belajar dan bermainku. Aku yang menghabiskan waktuku untuk berkutat bersama buku. Track record perjalanan pendidikanku hingga mengingat cita – cita tiruanku sebagai handship. Bahkan tentang mimpi dan ruang baru yang teretas dari pesona teater.
Kemudian ku kisahkan ceritaku yang berhasil masuk jurusan statistika IPB lewat jalur PMDK hingga super tour masa KKN. Tak ketinggalan tentang segala badai yang menerpa kapalku. Masa yang mana aku harus bertahan dengan keterbatasan, dengan penghabisan dan pinjaman yang membuatku pernah mengungkapkan ku ingin kerja di kawasan “Blok M”.
Keretakan perjalanan yang ku ukir bagai relief, terlebih ketika aku akhirnya lulus dan menagih janji perubahan. Menyambut profesi di Nielsen Jakarta, berlanjut ke Danareksa, hingga aku terbang ke Amerika dan berjumpa dengan Mbak Ati.
Kemudian dia tersenyum, saat ku ceritakan tentang Aundrey. Wanita yang ku kenal di kelas yoga yang diampu guru spiritualku Rima. Wanita yang sempat ku sediakan yoga mat bersebelahan denganku, wanita yang kemudian pergi sebelum musim gugur datang menjemput.
Di waktu lain, ku ceritakan pula tentang sesuatu.  Ini bukan kisah cinta. Ketika itu autumns, ketika itu dia yang datang ke New York, ketika itu dia yang ku sebut Kalista menetap selama delapan hari. Gadis yang ku kenal dari facebook itu, yang menghabiskan enam hari berkunjung ke Central Park. Gadis yang kemudian pergi kembali melanjutkan perjalanannya, yang sempat mengatakan Iwill miss you bukan I love you bukan juga good bye.
Hingga akhirnya kerinduanku pada Batu dan rumah membuncah, menyeruak dari sela – sela kesibukanku menjadi Director, Internal Client Management dia berkata akan pergi. Entah kenapa, setiap ku tanyakan ia hanya berkata bahwa aku telah lebih dari kuat dan dia akan meninggalkanku.
Sampai suatu hari ketika aku akhirnya kembali ke tanah air, ke Indonesia. Dia ikut bersamaku berjumpa Bapak, Ibu, mbak Isa, Mbak Inan dan lainnya termasuk rumahku. Ia melihatku memperagakan yoga pada mereka, ia tersenyum. Hingga kemudian aku mengajaknya mendaki Rinjani. Ada selaksa yang tak pernah bisa ku tuliskan, ada sebuah ruang yang seketika menjadi begitu damai. Ruang yang kemudian mengatakan semua telah berubah dan akan baik lebih baik dari sebelumnya. Ruang yang kemudian mengendap bersama sesuatu yang lain yang saling bicara dalam diam dan kebahagiaan. Ketika itulah dia pergi, dengan tenang dan guratan yang sempurna di puncak Rinjani.
Ketika semua yang menjadi mimpi terdaki. Ketika waktu berjalan, ketika musim berganti. Ketika hati berbicara untuk kembali, saat itulah 9 summers 10 autumns terpungkasi namun tak berakhir.
“Impian harus menyala dengan apapun yang kita miliki meskipun yang kita miliki tidak sempurna, meskipun retak retak”-9 summers 10 autumns (Iwan Setyawan)–(Arf)


Semangatlah untuk meretas janji kehidupan yang lebih baik__(ME, RS-26/11)
Identitas:
Judul: La Tahzan For Girls 
Penulis:Najla Mahfuz
Penerbit: Mirqat
Sinopsis :
Agar Kamu Para Cewek Tidak Takut Hadapi Mada Depan!

***

Hmm, coba sebutkan, apa sih hal yang paling ditakukit para cewek? Masa depan, sudah pasti itu! Meskipun kamu menjalani hidup ini dengan berusaha tetap ceria, menikmati canda ria dengan sohib-sohib kamu, tapi harus kamu akui kali ada kegelisahan yang menggelayut di balik semua keceriaan itu...

"Nanti aku bakalan jadi apa, Ya?"
"Pasangan kelak seperti apa, Ya?"...

Selasa, 26 November 2013

Kultum Ringkas Sehari-hari Adab,Panduan dan doa

Identitas:
Judul: Kultum Ringkas Sehari-hari Adab,Panduan dan doa
Penulis:M.Amri Abu Syatir
Penerbit: Pustaka Wasilah kritis mencerahkan


Sinopsis:
kelahiran,kematian dan hari bangkit setelah kematian adalah sangat penting untuk di ketahui.
buku ini, setiap babnya mengandung intisari berbagai hal yang bisa diambil sebagai pelajaran dan hikmah untuk kehidupan kita sehari-hari.Dengan menggunakan metode yang sederhana namun akurat, sekaligus contoh praktis yang membimbing pembaca dalam menyampaikan pesan islam kepada jamaah secara efektif, sehingga buku ini sangat ideal untuk para dai atau bagi siapapun, ahkan yang baru belajar sekalipun yang menyampaikan pesan dakwah bagi orang lain. kiranya allah selalu menyertai langkah kita, SELAMAT BERJUANG !

Trik Rahasia Mencari yang Tersembunyi Di Internet

Identitas:
Judul:Trik Rahasia Mencari yang Tersembunyi Di Internet
Penulis:Jubilee Enterprise
Penerbit: Elek Media komputindo

Sinopsis:
Dimana kita mencari harga barang yang paling murah? Atau, adakah tempat yang bisa memberi saran untuk pembelian sebuah produk elektronik? Apa saja yang saat ini sedang trend di Twitter dan situs-situs social media? Video clip apa yang populer saat ini, dan apakah ada video clip yang sesuai dengan kebutuhan? Misalnya tentang video clip memformat hard disk, membuat roti, dan lain sebagainya? Apakah obat-obatan yang Anda beli aman dikonsumsi? Apa arti tulisan-tulisan medis yang ada di komposisi obat? Dan, bagaimana juga caranya mengajarkan anak yang autis?
Ada banyak sekali informasi tersembunyi di internet. Jika Anda tidak tahu ‘tempat-tempat’ untuk menemukan informasi itu, maka semuanya akan tetap menjadi misteri bagi Anda. Buku ini mengupas tempat-tempat dimana Anda bisa menggali informasi sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya. Dengan demikian, Anda akan lebih banyak tahu, terutama tahu hal-hal yang tersembunyi atau disembunyikan!

Trik Jitu menulis cerita remaja

Identitas:
Judul:Trik Jitu menulis cerita remaja
Penulis:Setiawan G.Sasongko
Penerbit: Pustaka Wasilah kritis mencerahkan

Sinopsis:
Sinopsis: Kini banyak majalah khusus remaja yang terbit dan eksis. Penerbit buku yang mencari penulis remaja juga semakin banyak. Apalagi di stasiun televisi setiap detik ada sinetron remaja. Nah, itu berarti lahan bagi kalian untuk cari duit di dunia tulis menulis semakin luas. Tapi apakah kalian sudah memiliki bekal berupa jurus-jurus jitu yang akan menuntun kalian untuk sukses menulis novel, cerpen dan skenario? Nah, buku ini memberi bekal kepada kalian agar mahir di bidang tersebut dengan pembahasan yang detail dan diserati contoh-contoh yang aduhai. Tunggu apa lagi? Ayo dapatkan segera buku ini

Ada Surga di wajah Ibu

Identitas:
Judul:Ada Surga di wajah Ibu
Penulis:M.Zaim
Penerbit: DIVA Press

Sinopsis:
"…Ketahuilah wahai anakku, bahwa ketika engkau lahir, engkau hanya bisa melihat dengan satu mata. Aku telah relakan satu mataku untukmu agar engkau bahagia nantinya."

Betapa kagetnya anak itu setelah membaca surat tersebut. Ternyata, satu matanya adalah pemberian dari ibunya yang selama ini ia sia-siakan. Detik itu juga si anak laki-laki itu tersungkur dan menangis di lantai.


***

Itulah sepenggal kisah yang ada dalam buku ini. Bagaimana pun perlakuan anaknya, seorang ibu rela berkorban demi kebahagiaan anaknya tersebut. Bahkan, meskipun harus mendonorkan satu matanya untuk anaknya yang terlahir dengan satu mata buta.

Apakah hanya ada kisah itu saja yang tersaji dalam buku ini?

Tentu tidak! Buku ini menyajikan banyak kisah tentang pengorbanan seorang ibu untuk anaknya. Mulai dari pengorbanan ibu yang rela terbentur kepalanya di dalam lonceng agar anak bebas dari hukuman hingga seorang ibu yang rela wajahnya menjadi hancur terbakar demi menyelamatkan anaknya dari api yang membakar rumah mereka.
Semua kisah tersebut disuguhkan dengan begitu indah lewat jalinan kata dan alur pilihan yang niscaya akan membuat mata Anda sembab oleh air mata. Setelah membaca buku ini, apakah Anda masih berpikir untuk menyia-nyiakan ibu Anda bagaimana pun keadaannya? Sungguh, kasih ibu sepanjang masa. Tidak akan pernah bisa seorang anak membalasnya dengan pengorbanan jiwa sekalipun.
Selamat membaca!

•    Lihatlah Dunia, Wahai Anakku
•    Ibu Sangat Bangga
•    Seorang Ibu yang Perkasa
•    Peri Kecilku
•    Kasih Sepanjang Jalan
•    Dialah Ibu
•    Gratis Sepanjang Masa
•    Maafkan Aku, Ibu
•    Ibu Tidak Ingin Merepotkanmu, Nak!
•    Hadiah Cinta Seorang Ibu, dll.

Cara Cepat Menarik Pertolongan Allah

Identitas:
Judul:Cara Cepat Menarik Pertolongan Allah
Penulis:Fatkhul Anas
Penerbit: CITRA RISALAH 


sinopsis : 
Tiada satu pun masalah yang terjadi kecuali atas izin Allah. Semua ada dalam genggaman-Nya. Teramat mudah bagi Allah untuk membuka jendela kemudahan bagi setiap mahluknya. Jika Allah telah memberikan pertolongan-Nya, masalah apa pun yang menghadang pasti akan teratasi.

Allah tidak akan pernah bosan meolong hamba-Nya. Karenanya, datanglah kepada-Nya manakala kesulitan datang mendera. Tanpa perlu mengetuk, pintunya selalu terbuka lebar.

Buku ini tuntas menjelaskan bagaimana mengundang datangnya pertolongan Allah dengan cepat dan nyata agar terbebas dari berbagai masalah dan kesulitan hidup. Materi dalam buku ini antara ini:

Memahami hakikat pertolongan Allah
Bagaimana meraih pertolongan Allah dengan mudah
Bagaimana mengatasi setiap masalah dan kesulitan
Bagaimana meraih kesuksesan dan kebahagiaan hidup
Kisah nyata orang-orang yang mendapatkan pertolongan Allah 

Rabu, 04 September 2013

Identitas:
Judul:Dahlan Iskan (Pemimpin Yang Happy)
Penulis:Rachmanto
Penerbit: Arus Timur



Sinopsis :
Kemiskinan bukanlah momok untuk kesuksesan. Dengan kerja keras, kemiskinan bisa dijadikan pengalaman untuk mencapai kesuksesan. Dahlan Iskan termasuk dalam kategori ini. Dia mampu keluar dari kungkungan kemiskinan dan menjadi orang sukses.

Dahlan Iskan yang pernah menjadi pemimpin Jawa Pos Group, Dirut PLN, dan sekarang Menteri BUMN ini ternyata dulu hidup dalam kemiskinan. Lantai rumahnya tanah. Pakaiannya hanya 3 potong: baju, celana, dan sarung! Tetapi dengan kegigihan dan keuletannya akhirnya pria yang hanya tamatan SMA ini bisa sukses seperti sekarang.

Buku ini bukan hanya memaparkan lika-liku kehidupan Dahlan Iskan sering bertemu Presiden RI tetap menggunakan sepatu kets. Menjelang pergantian reshuffle kabinet Dahlan Iskan pun terlihat enjoy menghadap Presiden SBY dengan sepatu kets.

Tidak hanya itu, saat pelantikan hasil reshuffle KIB jilid II, Dahlan Iskan lagi-lagi menggunakan sepatu kets. Dialah satu-satunya menteri di Indonesia yang menggunakan sepatu kets saat dilantik (atau mungkin juga di dunia). Mungkin paling unik, selama menjadi Dirut PLN dengan gaji 150 jt perbulan, tidak pernah diterimanya sampai dia meninggalkan perusahaan milik negara itu. Tidak memakai mobil dinas. Tidak menempati rumah dinas. Alasannya, dia sudah memiliki semua fasilitas itu. Adakah pejabat lain yang mampu menirunya?

Buku ini sangat inspiratif!
Identitas:
Judul: Ayahku (Bukan) Pembohong
Penulis:Tere - Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis :
Suatu hari, hiduplah seorang ayah dan anak yang bernama Dam. Dam adalah salah satu anak yang dibesarkan oleh cerita dongeng dan dengan mudah nya ia pun percaya dengan segala dongeng yang diceritakan Sang Ayah.

Sang Ayah menceritakan mulai dari tentang kedekatan nya dengan pemain sepakbola dengan nomor punggung sepuluh “El Capitano! El Prince”, surat menyurat dengan pemain bola tersebut, mendapat apel emas dari lembah bukhara, berteman baik dengan Si Raja Tidur.

Tetapi, suatu hari saat Dam bersekolah di Akademi Gajah, ia menemukan buku dongeng “Lembah Bukhara” di perpustakaan sekolah. Dam teringat pada cerita Sang Ayah. Akhirnya ia menyadari bahwa ia tertipu oleh Sang Ayah atas cerita yang diberikan. Dari sejak saat itu, Dam tidak mau mempercayai lagi cerita yang Sang Ayah berikan. Cukup baginya tertipu terus menerus. Akhirnya sejak itu, hubungan Dam dan Sang Yah mulai renggang.

Setelah bertahun-tahun kemudian, akhirnya Dam menikah dan dikaruniai dua anak laki-laki yang bernama Zas dan Qon. Dam berusaha menjauhkan anak-anaknya dari Sang Ayah agar tidak mendengarkan cerita bohong nya itu. Tetapi semua itu sulit, Sang Ayah memang pandai bercerita.

Sekarang Sang Ayah sudah tua, sudah memiliki dua cucu, tetapi Dam masih kesal dengan cerita-cerita bohong itu. Sang Ayah sudah tinggal bersama Dam selama 6 bulan, tetapi Dam masih tidak peduli dengan Sang Ayah. Hingga suatu hari Sang Ayah jatuh sakit. Dam mulai menyadari bahwa Sang Ayah membutuhkan nya. Dam pun menyesal selama ini sudah tidak peduli terhadap Sang Ayah.

Beberapa hari kemudian sejak jatuh sakit, akhirnya Sang Ayah meninggalkan Dam lebih cepat. Keesokan harinya, Sang Ayah pun dimakankan. Antrean pelayat mengulur panjang. Tak disangka Sang Pemain bola nomor sepuluh datang ke pemakaman Sang Ayah. Bukan hanya pemain no sepuluh saja yang datang, tetapi semua tokoh yang Sang Ayah ceritakan benar-benar datang. Bahkan Sang Kapten mengatakan bahwa ia sangat dekat dengan Sang Ayah, ia menyesal tidak pernah menemui Sang Ayah lagi setelah beberapa waktu. Saat itu akhirnya Dam mendapat kebenaran, bahwa Sang Ayah bukan pembohong.
Identitas:
Judul: Sujud Nisa di Kaki Tahajjud-Subuh 
Penulis: Kartini Nainggolan
Penerbit: Diva Press \




Sinopsis :
“Semua orang pasti punya masalah hidup. Pembeda antara pemenang dan pecundang hanya terletak pada kemampuannya untuk survive: menaklukkan semua masalah dengan tangguh hingga mampu meraih maqam kebahagiaan hakiki. Dan, salah satu pilar untuk survive adalah agama. Melalui energi Tahajjud dan Subuh, Nisa yang lemah dan penuh masalah berhasil survive! Ada sujud, dzikrullah, air mata, doa, munajat, tawakkal, sabar, dan khusyuk. Novel ini meneladankan cara bertahan yang sangat luar biasa, bersendikan kekuatan iman, agama, dan hati!”
Muhammad El Natsir, pengarang novel religius Tahajjud Cinta.   
Identitas:
Judul: Sunset In Weh Island
Penulis:Aida M.A.
Penerbit: bentang belia


Sinopsis:

Aku hanya tahu matahari terbit di ufuk timur dan tenggelam di ujung barat.

Namun denganmu, bahkan kilau senja saja mampu meretas rindu.

Di antara desir angin di pulau Rubiah, pada tiap butir pasir di Pulau Weh.

Ada melodi rasa yang kau kirimkan pada setiap irama ombak.

Aku...

Kamu...

Dan cinta ini... Satu !
Identitas:
Judul:Aisyah sang teladan kekasih Allah
Penulis:Syahid Ahmad Al Kasyaf
Penerbit:Al-Magfiroh



Sinopsis:
Berparas menawan, berakhlak mulia, kecerdasanya pun diatas rata – rata. Siapakah yang tidak ingin seperti dirinya? Ibunda Orang – orang mukmin, itulah gelar terhormat yang disandang oleh Aisyah Radhiallah, yang akan terus disandangnya hingga hari akhirat. Wanita yang mengaku muslimah seharusnya bangga memiliki bunda yang begitu membangga seperti dirinya. Dan memang sudah sepatutnyalah kita mengikuti jejak Sang Bunda dalam menempa diri menjadi wanita sholehah.

Identitas:
Judul: Bumi Bidadari 
Penulis:Taufiqurrahman Al Azizy
Penerbit: Diva Press 





Sinopsis:
Siapakah Fatimah itu? Bidadari bumi yang bagaimanakah dia sesungguhnya? Kemewahan dunia dia tolak, tetapi kebahagiaan akhirat pun dia jauhi. Pras tidak bisa meraih hatinya, tetapi dia pun tak menyerahkan jiwanya kepada Ustadz Labib. Apa yang sesungguhnya dia cari di dunia ini?"

***

Fatimah, atau penduduk Arthapura biasa memanggilnya Imah, menjadi pembicaraan setelah menolak lamaran dua lelaki kebanggaan: Ustadz Labib dan Pras. Belum lagi, kegiatannya sehari-hari yang mencangkuli sendiri sawah dan ladangnya serta mimpinya untuk mendirikan pesantren, suatu hal yang lazimnya dikerjakan oleh laki-laki, turut menyulut keheranan warga.

Tak lama berselang, gadis itu kembali menjadi bahan perbincangan ketika ia mendatangi salah satu lelaki yang pernah ditolak lamarannya hanya untuk menyerahkan diri. Bahkan, ketika sang suami berkata-kata serta berperilaku kasar, ia tetap bertahan dan melayani dengan sepenuh hati. Sungguh, suatu tindakan yang tak bisa diterima akal setiap orang.

Mengapa Imah tetap bertahan? Apa yang sesungguhnya tengah ia cari? Siapakah lelaki yang akhirnya menjadi pilihan gadis semulia Imah? Temukan jawabannya dalam kisah yang kaya akan perenungan hidup ini.

Selamat membaca!

Begitulah, Fatimah. Tak kulihat darimu, kecuali seorang bidadari. Dalam duniaku yang sempit ini, engkau hadir sebagai bidadari. Dan, betapa mulianya seorang lelaki bila ia bisa bersanding dengan bidadari bumi.


Identitas:
Judul:      La Tahzan For Students
Penulis : Lisman Suryanegara Dkk
Penerbit:  lingkar pena 



Sinopsis :
”Unfortunately, you can’t pass the entrance examination. Your score is too low,” kata sensei.

Dua kalimat itu bagaikan petir menyambar telingaku. Aku berharap ini hanya mimpi. Malu jika teman-teman kampus sampai tahu; salah satu lulusan terbaik S1 gagal ujian masuk program Master di Jepang!

***
JEPANG, salah satu negeri dengan pendidikan terbaik di dunia. Kemajuan teknologinya tak perlu diragukan, kulturnya pun mendukung siapapun untuk menjadi sosok yang kompetitif. Siapa yang tak mau sekolah di negeri ini?
Namun, bukan hal mudah meraih kesempatan sekolah di sana, meski bukan juga hal yang teramat sulit. Tekad dan kerja keras adalah dua hal penting, sebelum hal-hal penting lain yang mesti dimiliki oleh siapapun yang ingin meraih mimpi sekolah di Jepang. Apa saja hal penting lain tersebut? Ikuti dalam bentuk kisah-kisah menarik yang menyentuh dan memotivasi dalam buku ini. Plus beragam tips dan trik belajar, bekerja, hingga mensiasati agar dapat hidup murah di negeri sakura. Ganbareba dekiru!

Berjuanglah, pasti bisa!
Identitas:
Judul: Cara Cepat Bisa Menghafal al-Qur'an 
Penulis:Wiwi Alawiyah Wahid
Penerbit: Diva Press 

 



Sinopsis
Jika Anda memiliki impian untuk dapat menghafal al-Qur’an dalam waktu yang cepat, singkat, dan tak banyak menyita waktu luang Anda, inilah saatnya Anda mempelajari dan mempraktikkan isi buku yang ada di hadapan Anda ini!

Dengan metode yang mudah dan praktis, buku luar biasa ini akan memandu Anda untuk dapat menjadi penghafal al-Qur’an dalam waktu singkat. Meruntuhkan anggapan keliru Anda selama ini yang menganggap bahwa menghafal al-Qur’an adalah hal mustahil, sulit, dan hanya dapat dilakukan orang-orang tertentu saja.

Di dalamnya, metode menghafalkan ayat-ayat yang panjang, metode menambah hafalan baru, metode mengulang atau takrir, hingga metode menggabung antara mengulang pada hafalan lama dan menambah hafalan baru dijelaskan secara tuntas, plus beragam petunjuk praktis melakukannya.

Bersama buku ini, wujudkan cita-cita Anda menjadi seorang hafizh, sang penjaga al-Qur’an, dan tuailah limpahan pahala yang akan mengantarkan kepada kebahagiaan dunia-akhirat!

Jumat, 14 Juni 2013

Identitas:
Judul: Sunset In Weh Island
Penulis:Aida M.A.
Penerbit: bentang belia

Sinopsis
 Aku hanya tahu matahari terbit di ufuk timur dan tenggelam di ujung barat.

Namun denganmu, bahkan kilau senja saja mampu meretas rindu.

Di antara desir angin di pulau Rubiah, pada tiap butir pasir di Pulau Weh.

Ada melodi rasa yang kau kirimkan pada setiap irama ombak.

Aku...

Kamu...

Dan cinta ini... Satu !
Identitas:
Judul:Sejarah Khadijah al-Kubro
Penerjemah:Sayid A.A.Razwy
Penerbit: Penerbit Lentera
Khadijah berasal dari golongan pembesar Mekkah. Menikah dengan Nabi Muhammad, ketika berumur 40 tahun, manakala Nabi Muhammad berumur 25 tahun. Ada yang mengatakan usianya saat itu tidak sampai 40 tahun, hanya sedikit lebih tua dari Nabi Muhammad. Khadijah merupakan wanita kaya dan terkenal. Khadijah bisa hidup mewah dengan hartanya sendiri. Meskipun memiliki kekayaan melimpah, Khadijah merasa kesepian hidup menyendiri tanpa suami, karena suami pertama dan keduanya telah meninggal. Beberapa sumber menyangkal bahwa Khadijah pernah menikah sebelum bertemu Nabi Muhammad.
Pada suatu hari, saat pagi buta, dengan penuh kegembiraan ia pergi ke rumah sepupunya, yaitu Waraqah bin Naufal. Ia berkata, “Tadi malam aku bermimpi sangat menakjubkan. Aku melihat matahari berputar-putar di atas kota Mekkah, lalu turun ke arah bumi. Ia semakin mendekat dan semakin mendekat. Aku terus memperhatikannya untuk melihat kemana ia turun. Ternyata ia turun dan memasuki rumahku. Cahayanya yang sangat agung itu membuatku tertegun. Lalu aku terbangun dari tidurku". Waraqah mengatakan, “Aku sampaikan berita gembira kepadamu, bahwa seorang lelaki agung dan mulia akan datang meminangmu. Ia memiliki kedudukan penting dan kemasyhuran yang semakin hari semakin meningkat". Tak lama kemudian Khadijah ditakdirkan menjadi isteri Nabi Muhammad.
Ketika Nabi Muhammad masih muda dan dikenal sebagai pemuda yang lurus dan jujur sehingga mendapat julukan Al-Amin, telah diperkenankan untuk ikut menjualkan barang dagangan Khadijah. Hal yang lebih banyak menarik perhatian Khadijah adalah kemuliaan jiwa Nabi Muhammad. Khadijah lah yang lebih dahulu mengajukan permohonan untuk meminang Beliau, yang pada saat itu bangsa Arab jahiliyah memiliki adat, pantang bagi seorang wanita untuk meminang pria dan semua itu terjadi dengan adanya usaha orang ketiga, yaitu Nafisah Binti Munyah dan peminangan dibuat melalui paman Muhammad yaitu Abu Thalib. Keluarga terdekat Khadijah tidak menyetujui rencana pernikahan ini. Namun Khadijah sudah tertarik oleh kejujuran, kebersihan dan sifat-sifat istimewa Beliau ini, sehingga ia tidak memedulikan segala kritikan dan kecaman dari keluarga dan kerabatnya.
Khadijah yang juga seorang yang cerdas, mengenai ketertarikannya kepada Nabi Muhammad mengatakan, “Jika segala kenikmatan hidup diserahkan kepadaku, dunia dan kekuasaan para raja Persia dan Romawi diberikan kepadaku, tetapi aku tidak hidup bersamamu, maka semua itu bagiku tak lebih berharga daripada sebelah sayap seekor nyamuk.
”Sewaktu malaikat turun membawa wahyu kepada Muhammad maka Khadijah adalah orang pertama yang mengakui kenabian suaminya, dan wanita pertama yang memeluk Islam. Sepanjang hidupnya bersama Nabi, Khadijah begitu setia menyertainya dalam setiap peristiwa suka dan duka. Setiap kali suaminya ke Gua Hira’, ia pasti menyiapkan semua perbekalan dan keperluannya. Seandainya Nabi Muhammad agak lama tidak pulang, Khadijah akan melihat untuk memastikan keselamatan suaminya. Sekiranya Nabi Muhammad khusyuk bermunajat, Khadijah tinggal di rumah dengan sabar sehingga Beliaau pulang. Apabila suaminya mengadu kesusahan serta berada dalam keadaan gelisah, beliau coba sekuat mungkin untuk mententram dan menghiburkan, sehingga suaminya benar-benar merasai tenang. Setiap ancaman dan penganiayaan dihadapi bersama. Allah mengkaruniakannya 3 orang anak, yaitu Qasim, Abdullah, dan Fatimah.

Dalam banyak kegiatan peribadatan nabi Muhammad, Khadijah pasti bersama dan membantunya, seperti menyediakan air untuk mengambil wudhu.Nabi Muhammad menyebut keistimewaan terpenting Khadijah dalam salah satu sabdanya, “Di saat semua orang mengusir dan menjauhiku, ia beriman kepadaku. Ketika semua orang mendustakan aku, ia meyakini kejujuranku. Sewaktu semua orang menyisihkanku, ia menyerahkan seluruh harta kekayaannya kepadaku.” Khadijah telah hidup bersama-sama Nabi Muhammad selama 24 tahun dan wafat dalam usia 64 tahun 6 bulan.